Panen Bawang Merah di Lumbung Matraman Bulak Peni Giripeni, Hasil Memuaskan




Giripeni, Wates – Kegiatan pertanian di kawasan Lumbung Matraman Bulak Peni, Kalurahan Giripeni, Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo, kembali menunjukkan hasil positif. Komoditas bawang merah yang ditanam di lahan seluas kurang lebih 700 meter persegi berhasil dipanen dengan hasil yang dinilai bagus dan memuaskan oleh petani penggarap.


Panen bawang merah tersebut dihadiri oleh Perangkat Kalurahan Giripeni, Bhabinkamtibmas, petani penggarap, serta Pendamping Lokal Desa (PLD). Kegiatan panen menjadi momentum untuk melihat secara langsung perkembangan dan hasil pemanfaatan lahan pertanian di kawasan Lumbung Matraman.


Petani penggarap menyampaikan bahwa hasil panen bawang merah kali ini cukup baik dan memuaskan. Dengan modal awal kurang lebih Rp8 juta, hasil penjualan bawang merah mencapai sekitar Rp12 juta. Hasil tersebut menjadi motivasi bagi petani untuk terus mengembangkan budidaya tanaman hortikultura di kawasan Lumbung Matraman.


“Hasil panennya bagus dan cukup memuaskan. Dari modal sekitar Rp8 juta, hasil penjualannya kurang lebih Rp12 juta. Mudah-mudahan ke depan hasilnya bisa lebih baik lagi,” ungkap petani penggarap.


Lumbung Matraman merupakan konsep Food Estate skala lokal desa yang dikembangkan di Kalurahan Giripeni dengan memanfaatkan Dana Keistimewaan (Danais) DIY. Pengembangan kawasan tersebut juga berkolaborasi dengan Dana Desa, khususnya dalam mendukung pembangunan sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan pertanian.


Kawasan Lumbung Matraman Bulak Peni tidak hanya ditanami bawang merah. Berbagai komoditas pertanian dikembangkan secara beragam, antara lain sayuran, cabai, terong, kol, dan bawang merah. Diversifikasi tanaman tersebut diharapkan dapat menjaga produktivitas lahan sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi petani.


Pendamping Lokal Desa turut mendorong agar pengelolaan Lumbung Matraman dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari perencanaan, budidaya, pemeliharaan, hingga pemasaran hasil pertanian. Keberhasilan panen bawang merah ini menjadi salah satu contoh bahwa pengelolaan lahan secara produktif dan kolaboratif dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.


Keberadaan Lumbung Matraman diharapkan tidak hanya menjadi kawasan produksi pangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat ketahanan pangan desa, serta mengembangkan potensi ekonomi lokal.


Hasil panen bawang merah kali ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara Dana Keistimewaan DIY, Dana Desa, pemerintah kalurahan, petani, dan pendampingan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung terwujudnya kemandirian pangan di tingkat desa.( Aris PLD) 

Komentar