Potret Sinergitas Wates: Saat Pendamping Desa Berbagi Peran di Wilayah Kelurahan
Wates, 19 Juni 2026 – Pendamping Desa Kecamatan Wates bersama Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kecamatan melaksanakan berbagai kegiatan pendampingan, monitoring pembangunan, serta fasilitasi musyawarah di wilayah Kelurahan Wates, Kalurahan Giripeni, dan Kalurahan Karangwuni. Kegiatan ini menjadi gambaran nyata sinergitas antar pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan desa dan upaya percepatan penurunan stunting.
Pada kegiatan monitoring dan evaluasi pembangunan, tim melakukan pengecekan langsung terhadap sejumlah kegiatan fisik yang sedang berjalan. Di Kelurahan Wates, monitoring difokuskan pada kegiatan jambanisasi dengan melakukan sampling pada dua lokasi penerima manfaat. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan telah berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.
Sementara itu, di Kalurahan Giripeni, tim memantau progres renovasi Kantor Kalurahan yang didanai dari Pendapatan Asli Desa (PAD) dan Pendapatan Bagi Hasil (PBH). Saat ini pekerjaan memasuki tahap pengecoran tiang penyangga sebagai bagian dari proses rehabilitasi bangunan. Selain itu, tim juga melakukan monitoring pembangunan Talud Jalan Usaha Tani (JUT) Lumbung Matraman yang bersumber dari Dana Desa. Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, kegiatan telah selesai 100 persen dan sesuai dengan spesifikasi serta perencanaan yang telah ditetapkan.
Pada hari yang sama, Pendamping Desa turut mendampingi pelaksanaan Musyawarah Kalurahan (Muskal) Rembug Stunting di Kalurahan Karangwuni. Kegiatan diawali dengan agenda penyusunan Perjanjian Kinerja Lurah Karangwuni Tahun Anggaran 2026 sebagai bentuk komitmen peningkatan kinerja pemerintahan kalurahan.
Selanjutnya dilaksanakan Rembug Stunting Tahun 2026 yang dibuka oleh Carik Karangwuni dan menghadirkan berbagai narasumber dari lintas sektor. Dalam kesempatan tersebut, Kiki Wulandari, S.Keb. dari Puskesmas menyampaikan materi mengenai analisis data dan permasalahan stunting di wilayah kalurahan. Materi tersebut menjadi dasar dalam merumuskan langkah-langkah intervensi yang lebih tepat sasaran.
Narasumber berikutnya, Dwiningsih Setya Ningsih, S.Sos. selaku Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), memaparkan peran Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting di tingkat kalurahan melalui kolaborasi berbagai pihak.
Pendamping Desa juga memberikan pemaparan mengenai perubahan skema penggunaan Dana Desa yang menuntut perencanaan kegiatan yang lebih efektif, tepat sasaran, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Sementara itu, Kader Pembangunan Manusia (KPM) menyampaikan data stunting, keluarga berisiko stunting, capaian layanan, serta berbagai permasalahan yang masih dihadapi di lapangan.
Sebagai penutup, Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) memimpin musyawarah untuk menyepakati usulan kegiatan yang akan dimasukkan dalam perencanaan Tahun Anggaran 2027. Musyawarah juga menetapkan wakil peserta (delegasi) yang akan mengikuti Musyawarah Kalurahan/Musyawarah Desa Perencanaan Tahun Anggaran 2027 yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Juni 2026.
Melalui rangkaian kegiatan monitoring pembangunan dan fasilitasi musyawarah tersebut, terlihat jelas bahwa sinergitas antara pemerintah kalurahan, kecamatan, tenaga kesehatan, penyuluh keluarga berencana, kader masyarakat, serta Pendamping Desa menjadi kunci penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkualitas dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kecamatan Wates.




Komentar
Posting Komentar